| Indonesia Peduli posted : 04.01.2005 From For the Victims of Indonesia Peduli, a network for a number of credible NGOs, private companies and government institutions in Let’s do our best to help our brothers and sisters in Aceh. Kindly please send your donations to: Jl.Pejaten Raya No.5, Phones:081808602778 AND 0811188037 Jl.Proklamasi No.35, Phones:081510143623 AND 0811198092 Further info can be found on webpage:www.ibl.or.id/ppf Thank you for your help and God bless you.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
RINGKASAN BERITA KONDISI/SITUASI DI ACEH Koalisi Masyarakat Sipil untuk Korban Gempa-Tsunami Di Aceh dan Sumatera Utara 21-23 JANUARI 20051. Info Kebutuhan Mendesak Pengungsi di Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, sampai hari ini terdata 46.285 orang. Mereka terserang demam, gatal-gatal dan muntaber, disebabkan curah hujan yang tinggi di daerah ini. Besarnya jumlah pengungsi ini belum mampu dilayani tim medis yang ada. Dibutuhkan obat-obatan sesuai dengan penyakit tersebut, sembako (beras, gula, minyak goreng, laukpauk berprotein), perlengkapan pendidikan (alat tulis, buku, seragam, sepatu), dan relawan medis. Keadaan pengungsi di 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan menderita gatal-gatal, sesak napas, batuk dan trauma. Mereka berasal dari Meulaboh dan Banda Aceh, dan tinggal di rumah penduduk. Sampai hari ini di Kecamatan Meukek terdata 113 pengungsi, sementara di Kecamatan Labuhan Haji sekitar 312 pengungsi. Karena jalur transportasi Banda Aceh-Tapak Tuan belum pulih, kebutuhan pengungsi di daerah ini jarang terpenuhi, Mereka membutuhkan sembako (beras, gula, laukpauk berprotein tinggi, minyak goreng), perlengkapan perempuan (pakaian dalam, kerudung, softex), pakaian (untuk anak-anak, perempuan dan laki-laki), nutrisi balita, susu ibu hamil, obat-obatan (sesuai yang diderita) dan rumah tinggal. Selama ini bantuan dari Pemda dan Satkorlak belum mencukupi. Sementara harga beras mencapai Rp 8750,- - Rp 10.000,- /kg. Di Desa Ujung Serangga, Kabupaten Aceh Barat Daya, di Pulau Kayu jumlah pengungsi tercatat 1991 orang, terdapat 3 orang ibu hamil. Dibutuhkan bantuan sembako (beras, laukpauk, gula, minyak goreng), perlengkapan perempuan (softex, pakaian dalam) dan rumah tinggal. Kecamatan Tanah Pasir dan Seunodon, Aceh Utara, merupakan titik pengungsian terparah yang jumlahnya mencapai 10.340 orang dan dilayani oleh Posko Wirata. Mereka yang rumahnya hancur itu membutuhkan tenda peleton dan terpal, MCK, tangki air ukuran 1000 liter, sembako (beras, laukpauk berprotein, gula, minyak goreng). Selain itu Posko PMI di Aceh Utara menangani 21.648 orang di 4 kecamatan: Tanah Pasir (4 titik), Seunoddon (3 titik), Samudera (4 titik) dan Muara Batu (7 titik) Posko di Desa Calang, Kecamatan Keueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, terdata sampai hari ini 3700 orang pengungsi. Saat ini mereka sudah divaksinasi cacar oleh lembaga dari Irlandia, dibangun 50 MCK, tetapi kekurangan sembako (beras, laukpauk berprotein tinggi, gula, minyak goreng). Gempa skala kecil masih terjadi tiap hari. Jalur transportasi darat belum pulih dan direncanakan pengungsi tersebut direlokasi per kecamatan untuk mempermudah distribusi bantuan . Terdapat sekitar 1000 orang pengungsi di Desa Cot Krueng, Kecamatan Kuto Baro, Kabupaten Aceh Besar yang jauh dari lapangan udara, sampai hari ini kurang mendapat distribusi bantuan. Sementara itu Posko di Desa Lambro Bileu, Kecamatan Kuta Baro, Banda Aceh yang menangani 600 orang pengungsi melaporkan fasilitas penampungan fisik dan kesehatan sudah ditangani relawan dari dalam dan luar negeri. Kedua desa pengungsi tersebut membutuhkan segera sembako (beras, gula, minyak goreng, laukpauk berprotein tinggi), perlengkapan sholat (sajadah, mukena, sarung). Jumlah pengungsi di Kecamatan Darul Imamah, Kabupaten Aceh Besar mencapai 963 orang yang tersebar di desa: Nimpuruh, Punie (di pesantren dan persawahan kering), Lamkawih, Meunasah, halaman rumah Sardurah (penduduk) dan SMP I Ulee Kareeng. Meski lokasinya 15 menit dari Bandara tetapi masih kekurangan bantuan. Saat ini mereka membutuhkan segera sembako (beras, laukpauk, gula, minyak goreng), pakaian dalam untuk perempuan dan laki-laki, perlengkapan dapur (kompor, alat penggorengan, panci, ketel), perlengkapan sholat (mukena, sarung, sajadah), sarana pengobatan (mereka harus bejalan 1-2 km ke posko kesehatan) dan pembuatan sarana MCK. Sampai hari ini di Kota Banda Aceh 80% mayat sudah dievakuasi yang difokuskan di pedalaman. Pembersihan rumah pengungsi mulai berjalan tetapi pengungsi belum berani menempati kembali karena distribusi bantuan masih terfokus di Posko. Posko mahasiswa di Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, yang menangani 600 orang pengungsi camp (hidup dalam tenda) dan 2400 orang tinggal di rumah penduduk membutuhkan bantuan sembako (minyak goreng, gula, laukpauk berprotein tinggi), perlengkapan masak (panci, ketel, alat penggorengan, kompor), perlengkapan tidur (selimut, tikar tebal, bantal), dan tenda. Selama ini Pemda hanya memberi bantuan beras dan mie instant. Sementara posko di pendopo Gubernur dalam keadaan tercukupi. Sejumlah sungai meluap airnya akibat hujan dan gempa skala kecil terjadi tiap malam. 2. Info Umum Pos UNHCR di Meulaboh (dekat posko JRK-Medan) membayar pengungsi untuk bongkar muat barang di gudang. Akibatnya, Posko JRK yang bekerja atas dasar kesukarelawanan, kesulitan mendapat bantuan untuk pekerjaan yang sama. UNHCR juga membayar perusahaan jasa angkut lebih dari tarif yang berlaku, yang berdampak kenaikan tarif cargo sebesar 300%-500% di Medan. Biaya pengiriman barang menggunakan kapal yang bermuatan 10 ton dari Meulaboh ke Tenoum, yang semula Rp 1,5 juta naik mencapai 5-10 juta. Persoalan ini menjadi masalah genting yang dihadapi JRK (mungkin juga akan dihadapi organisasi masyarakat sipil Indonesia lainnya) yang memiliki dana terbatas. Diduga, hal semacam ini tidak hanya terjadi di Meulaboh dan Medan saja.
Sampai saat ini JRK tidak diperbolehkan mendistribusikan bantuan langsung ke pengungsi di Meulaboh, Aceh Barat, namun bantuan harus masuk gudang Satkorlak (dibawah kendali militer) dan kemudian Satkorlaklah yang mendistribusikannya, tanpa melibatkan JRK. Hari ini Kontras dan Walhi dari Medan serta TI mengirim bantuan ke Meulaboh. Khususnya Walhi mengirim bantuan berupa: beras, roti, obat-obatan, minyak goreng, minyak tanah, solar, bensin, pakaian dalam, pakaian anak-anak dan dewasa, sajadah dan kain sarung untuk didistribusikan ke Posko Jl. Nasional Gg. Kwini, Meulaboh. Besok (24/1/05) juga akan dikirim bantuan serupa. Relawan Walhi berjumlah 272 orang, tersebar di Banda Aceh, Meulaboh/Aceh Barat, Calang dan Tenoum/Aceh Jaya, Takengon/Aceh Tengah, dan Singkil. Sedangkan relawan JRK telah membuka posko di Calang dan Tenoum, Aceh Jaya. Walhi Medan, TRK Jakarta, dan JRK berusaha membuka jalur transportasi darat, udara dan laut ke Tenoum, Aceh Jaya. Daerah ini terisolir dan jumlah pengungsinya banyak. Selain itu Rainbow Warrior, kapal milik Greenpeace, membantu pendistribusian barang dan relawan ke tempat ini. Oxfam GB juga berencana mengirim tenaga ahli dan peralatan untuk membangun sarana air bersih. Bantuan ke Tenoum mulai berdatangan, meski dalam jumlah yang masih terbatas, seperti JRK Medan hari ini mengirim 5 relawan dan 3 truk berisi logistik.
Bantuan logistik dari Gereja ditolak oleh pengungsi di Binjai, Sumatera Utara karena diragukan kehalalannya.
Forum LSM Aceh mengirim tim dokter ke 7 titik pengungsian di Kota Banda Aceh, yaitu kantor DPRD Banda Aceh, Meunasah Mon, Jembatan Lamyong, serta di Aceh Besar, yakni Lamreh, Mata Ie, Indrapatra, dan Tungkup. Selain itu Sekretariat Koalisi di Jakarta memberangkatkan 1 dokter dan 9 perawat (paramedis) ke Meulaboh pada 22 Januari 2005. Sampai sekarang masih dicari relawan dokter anak, dokter kulit, THT, internist, dan 3 dokter umum Tim Pendidikan PKPU di Aceh bersama IHH dan Islamic Welfare Inggris sedang mensurvey lokasi untuk pembangunan rumah yatim piatu. Pembangunan ini ditargetkan akan dilakukan di setiap kabupaten di NAD. Sementara Posko PCC Banda Aceh membutuhkan pasokan beras. Posko Muhammadiyah di Lhokseumawe sampai hari ini membagikan daging Idhul Adha khusus untuk pengungsi di rumah penduduk. Sejumlah 4 ekor sapi dan 17 ekor kambing dibagikan ke Kecamatan Tanah Pasir, Samudra dan Blang Mangat (Aceh Utara) dan Kota Lhokseumawe Rekomendasi/Action Alert 1. Kebutuhan Pengungsi/survivor Bencana· Lokasi pengungsian di Aceh Selatan, Pidie, dan Aceh Utara yang tidak terisolasi justru pengungsinya banyak menderita sakit, MCK kurang memadai, dan kekurangan bahan pangan. · Penting diperhatikan untuk tetap memberikan bantuan kepada pengungsi yang mulai kembali ke rumahnya, sehingga bantuan tidak hanya difokuskan di pos-pos bantuan yang ada. · Agar memperhatikan kebutuhan pengungsi perempuan baik yang hamil, menyusui maupun kebutuhan reproduksi perempuan pada umumnya seperti pakaian dalam, softex, kerudung dan obat-obatan untuk kesehatan reproduksi (keputihan, jamur yang menyerang alat reproduksi) · Penting untuk memikirkan relokasi pengungsi yang terisolasi ke titik pengungsian yang mudah dijangkau oleh distribusi bantuan. 2. Relawan· Bagi posko yang membutuhkan relawan medis dan bantuan sembako, pakaian, minyak tanah, solar, di Aceh Jaya dan Meulaboh, harap menghubungi atau berkoordinasi dengan Posko Walhi, Kontras dan JRK di lokasi tersebut. 3. Kebutuhan Koordinasi Kerja Emergency-Relief· Perlu ada upaya bersama dari Organisasi Masyarakat Sipil dalam dan luar negeri untuk melobi proses pendistribusian bantuan di Meulaboh Aceh Barat, sehingga bantuan dapat dengan segera tersalurkan ke korban tsunami yang membutuhkan dan tidak terhambat dengan proses pemusatan bantuan di gudang Satkorlak/TNI · Dihimbau agar semua pihak tidak dengan sengaja membayar tarif angkutan lebih mahal daripada semestinya. Kita perlu secara serius memikirkan agar kerja-kerja emergency relief yang dilakukan oleh berbagai institusi, khususnya institusi dengan sumber dana cukup besar, tidak berdampak kenaikan tarif di berbagai sektor, seperti halnya kenaikan tarif angkutan sebesar 300 – 500% yang sudah terjadi. Tidak mustahil bahwa harga bahan-bahan pangan pun akan mengalami kenaikan drastis, dan pada gilirannya dapat mengakibatkan dampak jangka panjang yang negatif bagi kehidupan masyarakat karena persoalan daya beli. Memberikan upah untuk masyarakat atas kerja-kerja pendistribusian bantuan yang mereka lakukan merupakan hal yang amat baik, namun perlu pula kita pikirkan strategi bersama agar praktek tersebut tidak merusak semangat sosial – kegotong-royongan. · Kepada seluruh Organisasi Masyarakat Sipil, dalam dan luar negeri, yang saat ini melakukan operasi emergency relief di Aceh, agar berhati-hati tehadap isu yang mendiskreditkan bantuan berdasarkan sentimen suku, ras, agama, dan golongan. Dikelola Oleh [assembled by]: YAPPIKA – Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi JL. PEDATI RAYA No. 20, RT 007/009, JAKARTA TIMUR 13350, Tel: (021) 8191623 – hunting; Fax: (021) 850 0670 / 8590 5262 Email: advocacy@yappika.or.id or abdi@indo.net.id Contact Person: Tuti/Ferry [info kondisi pengungsi/for refugee conditions];
Iko/Nuhikmah [info transportasi dan pos transit/for transportation issues and transit post information];
Yenni/Yudhi/ Ajeng [back-up]
Nomor lain yang bisa dihubungi: Tuti (0817 9286252), Yudi (0812 1071938), Iko (0818 202815), Yenni (0811 820644), Ajeng (0818 724704), Ferry (0813 192 15522) ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Penerbitan tentang pemulihan Bencana dari IDEP =======================================================================
liNKS TO ACEH CARE
ACEH CARE is an online information resource managed which
|
||||||||||
Latest News :
|










